Sabtu, 27 Agustus 2011

IDULFITRI : Konsumerisme Isi Kemeriahan Hari Raya

Sabtu, 27 August 2011



BANDAR LAMPUNG—Tradisi liburan pada momen Lebaran terkadang tidak bisa tertangkap logika secara rasional. Bahkan, perilaku masyarakat yang mengarah ke konsumerisme itu cenderung irasional dan dipaksakan.



Meskipun begitu, tradisi tahunan ini dinilai merupakan salah satu cara untuk mewujudkan kebersamaan antarseluruh anggota keluarga.



"Jadi, seolah-olah liburan (wisata, red) di hari Lebaran ini salah satu tradisi yang harus dilakukan. Berlibur seakan dapat menunjukkan jika dirinya dan keluarga juga bisa ikut Lebaran," kata Ikram, dosen sosiologi Universitas Lampung, Jumat (26-8).



Menurut Ikram, dengan berlibur saat Lebaran, masyarakat seolah dapat menemukan kebersaman karena dapat saling bercanda dan bercengkarama dengan seluruh anggota keluarga.



Meskipun terkesan sedikit konsumtif, Ikram menilai liburan Lebaran sudah menjadi sebuah kebutuhan bagi masyarakat. "Sudah menjadi tradisi, bahkan di kota-kota di luar Lampung, sebelum Lebaran saja sudah mencari tempat wisata. Saat ini liburan Lebaran sudah menjadi kebutuhan hampir semua keluarga," ujar Ikram.



Menurut dia, selain sebagai ajang silaturahmi, liburan saat Lebaran juga sekaligus sebagai kegiatan refreshing pelepas kejenuhan dan penatnya aktivitas yang dijalani masyarakat selama kurang lebih 11 bulan.



Namun, biasanya liburan Lebaran kerap identik dengan masyarakat kalangan menengah ke bawah yang menganggap masa libur saat Lebaran sebagai kebutuhan sekaligus kesempatan untuk melepas kepenatan. "Namun, jika kalangan menengah ke atas, saya melihatnya justru momen Lebaran cenderung digunakan untuk berkunjung ke tempat keluarga," kata dia.



Tempat wisata yang sering dikunjungi warga lokal untuk mengisi waktu liburan Lebaran di antaranya Teluk Kiluan, Nirwana Resort, dan Way Kambas.



Selain itu, ada sejumlah tempat wisata di Bandar Lampung yang juga mulai diminati masyarakat, misalnya Taman Kedaton Batu Putu, Lembah Hijau, Kampoeng Tabek Indah, dan Pantai Mutun.



Namun, Pantai Pasir Putih masih menjadi favorit masyarakat. Bahkan, kepadatan di tempat wisata ini terkadag mengganggu arus lalu lintas di jalan lintas Sumatera Tanjungkarang—Bakauheni. (YAR/U-3)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar